Monday, December 31, 2012

pekung..

bilang padaku,
bila pernah aku gundah dengan omongan durjana..

bilang padaku,
bila pernah aku gusar dengan kata nista..

sedang berubahnya peta dunia belum tentu mampu buat ku heran..
apalah yang ada dengan kritis picisan yang tak beroman..
ibarat sang tuli tidak berketentuan..

tidaklah aku tidak,
heran pun tidak, endah pun tidak,
pandang pun tidak tertoleh pun tidak,
itu sifat manusia di abad 21 mungkin..
ini bukan arena ku!

mereka itu jagoan mengolah,
menyungkup yang benar menyengkak yang salah,
giris ku ulang..
tidak teralang dek maung..
pekung dosa yang menghina
pantas saja ku cupar...

Putri Lindungan Bulan~







Beranalogikan sabar

Kesabaran manusia dan batas kesabaran manusia..

Aku seorang manusia yang punya aturan kehidupan ku sendiri, tak gemar di paksa-paksa, tak suka kehidupan yang tiada aturan, sedang saja dunia kita pun punya aturan, di atur oleh yang maha esa..Allah S.W.T..

Kehidupan yang sulit dan menyulitkan, kadang-kadang kelihatan mudah, namun hakikatnya payah. problema itu sering hadir tanpa diundang, tanpa dijangka, tanpa sedar..dan disitu aku harus cari dimana letak titik kesabaran ku, sebagai manusia biasa di bumi indah ini..

Tuhan, andai aku bisa meminta, ingin ku pohon agar lahirkan ku terus sebagai manusia beriman, yang punya paras kesabaran yang kekal gah walau teruji..

Tuhan, andai aku bisa memilih, ingin saja aku berdoa agar di jadikan aku hamba yang paling bertakwa kepada mu..

bukankah lebih mudah begitu, segalanya telah ditentukan..tetapkan sahaja hatiku..

hmmm..

realiti adalah realiti.kehadiran manusia itu adalah untuk diuji..diuji dengan kepayahan atau..mungkin kesenangan...kelalaian, kenaifan..

tak kira sejauh hebat mana manusia itu diuji, tentu sahaja ada yang lebih hebat..

jadi bersyukurlah,

bersabarlah,

percayalah..

sabar..

arakian~